LATAR BELAKANG DAN TUJUAN SURVEI
Prakiraan Pergerakan Masyarakat pada Masa Libur Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 Berbasis Pendekatan Bukti Ilmiah (Evidence-Based Policy)
Konteks Strategis Penyelenggaraan Angkutan Nataru 2026/2027
Penyelenggaraan Angkutan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 menghadapi dinamika mobilitas masyarakat yang masif seiring bertemunya libur akhir tahun, cuti bersama keagamaan, dan libur sekolah nasional. Survei nasional ini diselenggarakan oleh Badan Kebijakan Transportasi (BKT) Kementerian Perhubungan bersama PT. LAPI ITB guna menyediakan basis data empiris yang presisi, terverifikasi ISO/IEC 25012, dan terbobot demografi BPS 2026 sebagai rujukan utama pengambilan kebijakan teknis operasional transportasi terpadu di seluruh Indonesia.
MOBILITAS
[Konteks libur dan karakter perjalanan]
Potensi pergerakan nasional terproyeksi sebesar 47,89% atau setara 105,55 Juta Jiwa dari total semesta 220.427.800 penduduk mandiri usia ≥ 15 tahun (BPS 2026).
Sebanyak 52,11% (114,87 Juta jiwa) memilih tidak bepergian ke luar kota dan berkegiatan di lingkungan domisili.
LAYANAN ANGKUTAN
[Kebutuhan kesiapan kapasitas dan layanan]
Kebutuhan armada dan rekayasa kapasitas terfokus pada moda utama publik dan angkutan pribadi:
Titik tumpu penanganan terpusat pada koridor Jalan Tol Trans Jawa, penyeberangan Selat Sunda (Merak–Bakauheni), dan Selat Bali (Ketapang–Gilimanuk).
TUJUAN SURVEI
[Informasi utama untuk pengambilan keputusan]
Menghasilkan dasar perumusan kebijakan teknis operasional terpadu bagi pemangku kepentingan transportasi:
Puncak mudik 24 Des 2026 (16,3%) dan puncak balik 05 Jan 2027 (14,9%).
Efektivitas mudik gratis, diskon tarif tol off-peak, dan diskon tiket transportasi.
Dukungan publik 95,8% untuk mereduksi beban kemacetan hari-H.
KELUARAN
[Prakiraan pergerakan dan arahan penanganan]
Menghasilkan paket analitik menyeluruh yang terintegrasi langsung ke sistem operasional:
Pemetaan pasangan wilayah asal-tujuan dan desire lines ketebalan volume.
Forecasting lonjakan harian bandara, pelabuhan, terminal, dan stasiun berbasis AI LightGBM.
Alokasi belanja pergerakan nasional terproyeksi sebesar Rp 463,48 Triliun.