Logo Kementerian Perhubungan
Logo Badan Kebijakan Transportasi
Logo PT. LAPI ITB

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERJALANAN

Analisis 4 Pilar Determinan Mobilitas Nasional Masa Libur Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 Berbasis Data Terbobot BPS 2026

KALENDER LIBUR

Hari Libur, Cuti Bersama, dan Kalender Sekolah
Pola Temporal
24 Des 2026/05 Jan 2027

[Hari libur dan cuti bersama]

Konfigurasi tanggal merah dan cuti bersama menjadi pemicu utama konsentrasi puncak perjalanan masyarakat:

• Puncak Arus Mudik:24 Des 2026 (16,3% / ~17,2 Jt Jiwa)
• Puncak Arus Balik 1:05 Jan 2027 (14,9% / ~15,7 Jt Jiwa)
• Puncak Arus Balik 2:03 Jan 2027 (14,5% / ~15,3 Jt Jiwa)

Pertemuan cuti bersama keagamaan dan libur sekolah memperpanjang masa tinggal di daerah tujuan wisata (rata-rata 7 hingga 10 hari).

Jam Sibuk: 07.00 - 10.00 WIBDistribusi 19 Hari Pemantauan

BIAYA PERJALANAN

Tarif, Diskon, dan Kemampuan Belanja Masyarakat
Dampak Ekonomi
Rp 463,48 T•Estimasi Perputaran Dana

[Tarif, diskon dan kemampuan belanja]

Kemampuan finansial dan sensitivitas tarif tiket menjadi penentu utama keputusan bepergian:

1. Belanja Non-Transportasi:Rp 387,22 T (83,5%)
2. Biaya Transportasi PP:Rp 76,26 T (16,5%)
3. Rerata Pengeluaran per Jiwa:Rp 3,74 Jt (Non-Trans) + Rp 1,65 Jt (Trans)

Faktor biaya merupakan alasan tertinggi responden yang memutuskan tidak bepergian (Q8), sehingga kebijakan diskon tarif memiliki dampak elastisitas signifikan.

Alokasi UMKM, Hotel & KulinerSensitivitas Tarif Elastis

KAPASITAS LAYANAN

Ketersediaan Sarana, Prasarana, dan Keterisian Tiket
Kesiapan Armada
1.505 Simpul•7 Moda Transportasi

[Ketersediaan sarana dan tiket]

Ketersediaan sarana angkutan umum dan daya tampung jalan raya menentukan pembagian beban antarmoda:

• Kereta Api Antar Kota:19,7% (20,8 Jt Jiwa)
• Mobil Pribadi & Tol:18,3% (19,3 Jt Jiwa)
• Pesawat Udara:14,9% (15,7 Jt Jiwa)
• Bus Antar Kota:14,8% (15,6 Jt Jiwa)

Kapasitas terminal bus, stasiun KA utama (Senen/Gambir), bandara (Soetta/Juanda), dan pelabuhan (Merak/Ketapang) dipantau secara real-time via GIS Command Center.

Model AI Surge LightGBMToleransi Rasio Lonjakan < 1,2

KEBIJAKAN LAYANAN

Pengaturan Operasional, Manajemen Lalu Lintas, & WFA
Regulasi & Operasi
95,8% Setuju•Kebijakan Fleksibilitas WFA

[Pengaturan operasional dan lalu lintas]

Intervensi regulasi dan rekayasa operasional efektif meratakan kurva lonjakan beban transportasi:

• Dukungan Kebijakan WFA:95,8% (211,2 Jt Jiwa Setuju)
• Peminat Mudik Gratis:45,2% Responden Tertarik
• Diskon Tarif Tol Off-Peak:Menggeser 18,4% Jadwal Berangkat

Sinergi skema contraflow, one-way terjadwal Korlantas Polri, dan pembatasan operasional angkutan barang sumbu 3+ menjadi instrumen wajib kelancaran koridor Trans Jawa.

Sinergi Kemenhub & Korlantas PolriMitigasi Kemacetan Berkelanjutan