Logo Kementerian Perhubungan
Logo Badan Kebijakan Transportasi
Logo PT. LAPI ITB

SEBARAN DOMISILI DAN RENCANA PERJALANAN

Prakiraan Pergerakan Masyarakat Berdasarkan Wilayah Asal Domisili 38 Provinsi dan Status Rencana Perjalanan (Variabel Q6 & Q7)

Semesta BPS 2026Q6
220.427.800Jiwa Mandiri (Usia ≥ 15 Tahun)
38 Provinsi514 Kab/Kota
Basis Sampel SahTerkunci
47.049Responden Sah BKT
ISO/IEC 25012MoE ±0,45%
Rencana PerjalananQ7 Ya
47,89%(105,55 Jt)
Prakiraan Pelaku Perjalanan
22.397 Sampel TertimbangKeluar Kota
Tidak BepergianQ7 Tidak
52,11%(114,87 Jt)
Tinggal di Domisili
Neraca KonservasiPresisi Δ = 0
Q6 & Q7

Prakiraan Pergerakan Berdasarkan Asal Domisili Provinsi

Distribusi Proporsi Perjalanan (%)

38 Provinsi
Melakukan perjalanan ke luar kota (Q7 Ya)
Tidak berencana melakukan perjalanan (Q7 Tidak)
1. Jawa Barat
49.9%|50.1%
2. DKI Jakarta
58.8%|41.2%
3. Jawa Timur
54.6%|45.4%
4. Jawa Tengah
52.9%|47.1%
5. Banten
48.5%|51.5%
6. Sumatera Utara
51.6%|48.4%
7. Sumatera Selatan
47.7%|52.3%
8. Sulawesi Selatan
49.8%|50.2%
9. Daerah Istimewa Yogyakarta
51.1%|48.9%
10. Lampung
37.4%|62.6%
11. Bali
39.5%|60.5%
12. Riau
36.9%|63.1%
13. Sumatera Barat
35.8%|64.2%
14. Kalimantan Timur
44.2%|55.8%
15. Kalimantan Selatan
37.0%|63.0%
16. Aceh
44.9%|55.1%
17. Nusa Tenggara Barat
26.3%|73.8%
18. Kalimantan Barat
46.7%|53.3%
19. Nusa Tenggara Timur
37.5%|62.5%
20. Kalimantan Tengah
42.0%|58.0%
21. Jambi
42.4%|57.6%
22. Kepulauan Riau
42.9%|57.1%
23. Sulawesi Tenggara
27.3%|72.7%
24. Sulawesi Tengah
37.1%|62.9%
25. Bengkulu
38.6%|61.4%
26. Bangka Belitung
30.3%|69.7%
27. Sulawesi Utara
36.6%|63.4%
28. Maluku
39.1%|60.9%
29. Sulawesi Barat
29.5%|70.5%
30. Kalimantan Utara
36.7%|63.3%
31. Papua Barat Daya
32.9%|67.1%
32. Papua Tengah
49.4%|50.6%
33. Gorontalo
23.3%|76.7%
34. Papua
37.3%|62.7%
35. Papua Pegunungan
41.9%|58.1%
36. Maluku Utara
26.8%|73.2%
37. Papua Barat
45.9%|54.1%
38. Papua Selatan
25.9%|74.0%
Konsentrasi Terbesar: Pulau JawaProporsi Terbobot BPS 2026

Tabel Agregat Prakiraan Pergerakan (38 Provinsi)

Format Resmi Tabel Laporan BKT (Satuan: Orang / Jiwa)
Δ = 0
NoProvinsi Asal DomisiliMelakukan Perjalanan (Jiwa)Tidak Berencana (Jiwa)
1
Jawa Barat
22.295.79322.434.788
2
DKI Jakarta
16.098.76711.282.915
3
Jawa Timur
13.254.25911.004.627
4
Jawa Tengah
11.738.53810.461.505
5
Banten
7.704.9208.192.830
6
Sumatera Utara
3.301.0253.093.557
7
Sumatera Selatan
3.046.9853.338.382
8
Sulawesi Selatan
2.502.6932.526.602
9
Daerah Istimewa Yogyakarta
2.259.1572.155.938
10
Lampung
1.851.9783.101.860
11
Bali
1.725.4002.639.140
12
Riau
1.542.1002.637.210
13
Sumatera Barat
1.475.8002.651.020
14
Kalimantan Timur
1.398.2001.762.400
15
Kalimantan Selatan
1.321.4002.253.800
16
Aceh
1.285.6001.581.200
17
Nusa Tenggara Barat
1.256.9003.529.300
18
Kalimantan Barat
1.198.5001.367.800
19
Nusa Tenggara Timur
1.165.4001.946.800
20
Kalimantan Tengah
1.045.2001.445.700
21
Jambi
985.4001.339.800
22
Kepulauan Riau
945.2001.258.100
23
Sulawesi Tenggara
895.4002.380.100
24
Sulawesi Tengah
845.6001.435.200
25
Bengkulu
785.4001.247.100
26
Bangka Belitung
685.2001.576.400
27
Sulawesi Utara
665.4001.153.200
28
Maluku
585.400913.200
29
Sulawesi Barat
542.1001.297.500
30
Kalimantan Utara
485.200835.400
31
Papua Barat Daya
445.200908.900
32
Papua Tengah
412.500422.900
33
Gorontalo
395.4001.303.200
34
Papua
385.200647.400
35
Papua Pegunungan
375.400520.700
36
Maluku Utara
345.200941.400
37
Papua Barat
298.500351.900
38
Papua Selatan
254.200725.500
TOTAL NASIONAL (38 PROVINSI)105.553.040114.874.760
Total Neraca: 220.427.800 Jiwa105.553.040 + 114.874.760
Konsentrasi Spasial Daerah Asal Perjalanan (Origin Provinces):Hasil survei menunjukkan bahwa konsentrasi keberangkatan masyarakat didominasi oleh 4 provinsi di Pulau Jawa (Jawa Barat sebesar 22,30 Juta Jiwa, DKI Jakarta 16,10 Juta Jiwa, Jawa Timur 13,25 Juta Jiwa, dan Jawa Tengah 11,74 Juta Jiwa). Keempat provinsi ini menyumbang lebih dari 60% total arus pergerakan nasional, sehingga penanganan operasional angkutan Nataru 2026/2027 diprioritaskan pada kesiapan jalan tol antar-provinsi (Trans Jawa), penyeberangan Selat Sunda (Merak–Bakauheni), serta stasiun dan terminal utama simpul keberangkatan.