ALASAN TIDAK BEPERGIAN DAN KEMUNGKINAN MENGUBAH KEPUTUSAN KARENA STIMULUS
Analisis Faktor Penyebab Responden Menetap di Domisili dan Efektivitas Kebijakan Stimulus Transportasi Libur Nataru 2026/2027
Tidak Bepergian (Q7)52,11%
114.874.760Jiwa Tinggal di Wilayah Domisili
24.652 RespondenPresisi Δ = 0
Hambatan Utama (Q8)Rank 1
29,12%(33,46 Jt)
Kendala Ketiadaan Biaya Liburan7.125 RespondenSensitivitas Tarif
Respon Stimulus (Q9)+11,24%
+24,90 JtJiwa
Berubah Ingin Pergi Jika Ada StimulusDiskon Tiket & TolMudik Gratis / WFA
Potensi Maksimal BKTDefinisi 1
130,28 Jt(59,10%)
Q7 Ya (105,5 Jt) + Stimulus Q9 (24,8 Jt)Rekonsiliasi Sempurna
Q8
11 KategoriQ8. Alasan tidak bepergian (%)
[Distribusi alasan utama responden memutuskan untuk menetap di wilayah domisili]
1Tidak punya biaya
33.5 Jt29.1%
2Tidak berkeinginan untuk melakukan perjalanan
22.6 Jt19.7%
3Akan melakukan perjalanan pada lain waktu (Idul Fitri/Imlek/Nyepi)
12.7 Jt11.1%
4Melakukan perjalanan/liburan di dalam kota (silaturahmi/mall/wisata lokal)
10.8 Jt9.4%
5Tidak punya kampung halaman
9.5 Jt8.3%
6Tidak mendapat cuti
9.5 Jt8.3%
7Menghindari kemacetan
7.0 Jt6.1%
8Hari libur terlalu singkat
5.9 Jt5.1%
9Cuaca buruk atau kurang mendukung
2.4 Jt2.1%
10Masih dalam kondisi bencana/alasan kesehatan
1.0 Jt0.9%
11Tidak mendapat tiket
0.1 Jt0.1%
Kendala Biaya > 33 Juta JiwaTotal Non-Travelers: 114.874.760 Jiwa
Q9
Donut ChartQ9. Stimulus mengubah keputusan (%)
[Proporsi responden yang mengubah keputusan jika ada stimulus diskon tiket/tol, mudik gratis, dan WFA]
Stimulus Ya50.3%+24,9 Jt Jiwa
Ya50.3%(24.9 Jt)
Tidak49.7%(24.6 Jt)
Sebanyak 50.3% (5.286 responden) yang sebelumnya memutuskan tidak bepergian menyatakan bersedia mengubah keputusan untuk melakukan perjalanan jika difasilitasi stimulus kebijakan (diskon tarif tol off-peak, diskon tiket, mudik gratis, dan WFA).
Elastisitas Kebijakan: 50,3% Respon PositifBasis 10.527 Responden Q9
Sintesis Kebijakan Terhadap Responden Tidak Bepergian:Dominasi kendala finansial (29,12% / 33,46 Juta Jiwa) yang diimbangi dengan tingginya respon positif terhadap stimulus (50,3% bersedia bepergian jika diberi insentif / +24,90 Juta Jiwa) membuktikan bahwa intervensi kebijakan tiket murah dan diskon tarif tol off-peak memiliki daya ungkit mobilitas yang nyata bagi pemangku kepentingan transportasi nasional.